Comments


Kesehatan gigi dan mulut adalah sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal begi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna.
Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jka tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
1.      Memelihara kebersihan mulut
a.       Menghilangkan plak dan bakteri
b.      Pemilihan sikat gigi yang benar dan Gosok gigi secara benar & teratur 2x sehari
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk melakukan cara menggosok gigi yang benar, yaitu:
1)      Waktu terbaik untuk sikat gigi Sikat gigi baiknya dilakukan minimal dua kali sehari, dan ternyata bukan saat mandi. Sikatlah gigi minimal setelah sarapan dan sebelum tidur. Lebih baik lagi, jika Anda bisa menyikat gigi setiap selesai makan.
2)      Pemilihan sikat gigi Pertama, Anda perlu memperhatikan jenis sikat gigi yang digunakan. Anda disarankan untuk menggunakan sikat gigi berbulu halus, dengan gagang lurus. Bulu sikat gigi yang terlalu kasar, berisiko membuat gusi terluka.
3)      Penggunaan benang gigi sebelum menyikat gigi Terlepas dari banyaknya janji dari iklan di televisi, sikat gigi masih sulit untuk menjangkau area sela-sela gigi. Sehingga, meski sudah rajin menggosok gigi, Anda masih berisiko mengalami gigi berlubang, dari bakteri dan sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi, yang tidak terjangkau sikat. Untuk itulah benang gigi atau dental floss perlu digunakan, agar rongga mulut Anda bisa bersih secara maksimal. Gunakanlah benang gigi sebelum Anda menyikat gigi.
4)      Pasta gigi yang sesuai kebutuhan Untuk mencegah gigi berlubang, gunakanlah pasta gigi yang mengandung flouride. Jika gigi Anda sensitif, Anda bisa menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Cara menyikat gigi yang benar:
Dapat dilihat pada gambar brikut ini:
 Untuk lebih jelasnya, lakukan menyikat gigi dengan cara berikut ini:
1)      Letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi
2)      Gerakkan sikat dari arah gusi ke bawah untuk gigi rahang atas (seperti mencungkil)
3)      Gerakkan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah
4)      Lalu lakukan gerakan memutar perlahan, dengan demikaian plak akan terlepas dari setiap gigi
5)      Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta permukaan dalam dan luar gigi dengan cara tersebut
6)      Sikat permukaan kunyah gigi (gigi geraham) dari arah belakang ke depan
7)      Jangan lupa sikat juga permukaan lidah agar makanan yang masih menempel bisa hilang dengan maksimal
8)      Jangan lupa kumur- kumur sebanyak 2-3 kali, fungsinya untuk membilas seluruh permukaan rongga mulut yang sudah disikat.
2.      Pemberian Fluoride
Fluoride memang salah satu cara efektif untun mengontrol kerusakan gigi. Namun, penggunaannya juga harus tepat. Jika tidak, alih – alih melindungi gigi, justru dapat menyebabkan kelainan gigi seperti dental fluorosis atau gejala keracunan.
Dental fluorosis merupakan keadaan gigi yang kelebihan (keracunan) fluor. Kejadian ini dapat dikategorikan mulai dari skala ringan ( garis putih pada permukaan gigi ) hingga parah ( bercak kecokelatan dan ketidak sempurnaan permukaan email ).
Keracunan fluor jika dalam jumlah besar dan terserap dalam periode waktu tertentu dapat membahayakan kesehatan. Gejala yang dapat muncul antara lain kepala menjadi pening, mual, diare, sakit perut, hipersalivasi ( air liur meningkat ) atau sering merasa haus. Gejala bisa muncul 30 menit setelah fluor tersebut tertelan dan akan hilang setelah 24 jam. Namun, semua tetap bergantung pada banyaknya dosis toksin yang terserap. Jika merasa pening dan mual, segera minum susu atau beri rangsangan untuk memuntahkannya dan segera hubungi klinik gigi atau dokter. Jika gejala tidak berkurang atau makin parah, sesegera mungkin bawalah ke UGD Rumah sakit terdekat.
3.      Mengurangi makanan yang manis dan lengket
Buah-buahan dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada sela-sela gigi kita. Nutrisi penting yang terdapat pada buah dapat berperan penting untuk tumbuh kembangnya, karena buah memiliki sedikit kalori dibanding makanan yang diproses dan siap saji. Selain itu mengonsumsi buah-buahan secara rutin dapat membantu menghindari kita dari penyakit
4.      Menjaga kebersihan sikat gigi
Menurut sebuah studi di University of Manchester, Inggris sikat gigi yang telah dipakai di dalamnya terdapat 10 juta bakteri, termasuk E.coli. Namun seringkali orang-orang tidak menjaga kebersihan sikat gigi dengan baik. Demi menjaga kebersihan gigi dan tubuh secara umum perhatikan beberapa
Tips berikut saat menggunakan sikat gigi:
a.       Bersihkan sikat gigi setiap kali pakai
Usai menggosok gigi, bilaslah sikat gigi hingga bersih jangan sampai ada sisa-sia makanan di atasnya.
b.      Gunakan sikat gigi baru usai sakit
Sebenarnya tak ada bukti yang menunjukkan bakal sakit bila menggunakan sikat gigi lama, namun demi menjaga kesehatan, mengapa tidak ganti sikat gigi lama Anda usai sakit.
c.       Ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali
Tak perlu menunggu bulu sikat usang, lebih baik ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali. Malah sikat gigi yang bulunya sudah tak lengkap tak efektif bekerja menghilangkan plak di gigi dan gusi.
d.      Jangan simpan sikat gigi dekat dengan toilet
Meletakkan sikat gigi dekat dengan bowel toilet berisiko terpapar kuman dan bakteri. Selain itu jangan letakkan di tempat lembap jadi tempat kondusif pertumbuhan mikroorganisme. Cara terbaik yakni menyimpan sikat gigi dalam posisi tegak dengan banyak udara di sekitarnya sehingga bulu sikat cepat kering.
e.       Jangan gunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain
Meski Anda sudah mengenal pasangan, jangan sekali-sekali menggunakan sikat  gigi bersama-sama karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Setiap orang memiliki jumlah bakteri di mulut berbeda-beda, jadi mengapa mengambil risiko untuk berbagi sikat gigi.

berikut video pencegahan kelainan pada gigi dan mulut

 Untuk lebih memahami, silahkan isi quiz berikut ini

 

Categories:

2 Responses so far.

  1. megaadyna says:

    terimakasih infonya bu yosi.. materinya menambah ilmu tentang gigi dan mulut. bolehkah saya bertanya? boleh ya! Apa Yang Bisa Saya Lakukan Di Rumah Untuk Mengatasi Gusi Yang Berdarah?

  2. @megaadyna Interpretasi dari nilai koefisiennya sebesar 0,28. Artinya apabila terjadi penurunan/kenaikan barang yang diminta tersebut sebesar 1 persen maka permintaan akan naik/turun sebesar 0,28 persen. Mengakibatkan persentase perubahan jumlah yang diminta lebih kecil dari perubahan harga

Leave a Reply